Loading...

Apresiasi Guru
Kegiatan

Puncak Hari Guru Mubosta: Apresiasi Tak Seberapa untuk Dedikasi Tak Terbatas di Era Digital

Penulis

Widiyanti, S.Pd., Gr., S.Psi., MM

Dipublikasikan

20 December 2025, 21:43 WIB

Dibaca

22 kali

"SMP Mubosta Sidoarjo peringati Hari Guru dengan penghargaan unik (Guru Penyayang, Inovatif, dll) sebagai apresiasi dedikasi di era digital. Tujuannya mempererat kekeluargaan dan memotivasi guru agar bahagia dalam mendidik siswa berkarakter."

SIDOARJO – Di tengah tuntutan inovasi dan adaptasi yang masif dalam pendidikan era digital, SMP Muhammadiyah 9 Boarding School (Mubosta) PPM An Nur Sidoarjo memilih untuk kembali pada esensi kemanusiaan: apresiasi dan kekeluargaan. Puncak perayaan Hari Guru yang digelar pada Jumat, 28 November 2025, bukan hanya sekadar seremoni tahunan, melainkan pengakuan tulus terhadap peran guru yang tak tergantikan, mulai dari kecanggihan teknologi hingga sentuhan kasih sayang di kelas. Acara yang khidmat dan penuh makna ini diawali dengan upacara bendera khusus dengan petugas seluruh Ustadz Ustadza, yang kemudian dilanjutkan dengan momen inti yang paling ditunggu: pembagian hadiah berdasarkan nominasi. Sekolah ini memahami bahwa kinerja guru tidak hanya diukur dari angka, tetapi juga dari soft skill dan kontribusi emosional yang mereka berikan kepada siswa dan lingkungan sekolah. Beberapa nominasi kami berikan kepada guru diantaranya: Guru Penyayang, Guru inovatif , Guru Sahabat, guru perfeksionis, Guru Humoris, Guru Inspiratif, Guru tegas, dan guru idealis. Nominasi ini secara eksplisit menyoroti pergeseran peran guru saat ini. Di era di mana siswa dapat mengakses informasi dengan mudah melalui gawai dan kecerdasan buatan (AI), peran guru sebagai sumber ilmu mulai bergeser menjadi fasilitator, mentor karakter, dan pembentuk empati. Mengapresiasi Rasa di Tengah Derasnya Teknologi Ketua pelaksana kegiatan Moh. Ifantri Agung Saputra Waka Humas menyampaikan bahwa pengadaan nominasi tersebut adalah bentuk komitmen sekolah dalam menghargai seluruh kerja keras dewan guru. "Sekolah yang berprestasi itu karena guru-gurunya juga berprestasi. Maka, dengan kegiatan di puncak Hari Guru itu, kami mengapresiasi seluruh kerja keras guru-guru yang ada," ujarnya. Ia mengakui bahwa hadiah yang diberikan mungkin "tak seberapa," namun makna di baliknya jauh lebih besar. “Hadiah tak seberapa, tapi semoga bisa menambah kekeluargaan dan ke depan semoga lebih baik lagi," tambahnya, menekankan bahwa inti dari perayaan ini adalah mempererat ikatan emosional antara sesama pendidik. Pernyataan ini sangat relevan dengan kondisi guru di Indonesia saat ini. Tantangan terbesar guru bukan lagi sekadar mengajar materi, melainkan bagaimana menyeimbangkan antara tuntutan literasi digital dan pentingnya pembangunan karakter siswa di tengah banjir informasi. Guru kini dituntut untuk mampu: Beradaptasi dengan Teknologi: Mengintegrasikan platform digital, membuat konten pembelajaran yang interaktif, dan memahami bagaimana AI dapat membantu, bukan menggantikan, proses belajar. Menjadi Mentor Karakter: Menanamkan etika digital, kemampuan berpikir kritis, dan menumbuhkan rasa simpati dan empati—nilai-nilai kemanusiaan yang tidak dapat diajarkan oleh mesin. Nominasi seperti Guru Penyayang dan Guru Sahabat di Mubosta menegaskan kembali bahwa di tengah laju digitalisasi, sentuhan hati guru dan kemampuan mereka untuk menjadi teman yang membimbing adalah aset paling berharga dalam pendidikan. Sinergi dan Harapan di Garis Depan Pendidikan Para guru yang menerima penghargaan, baik sebagai Guru Dedikasi yang konsisten mengabdi maupun Guru Penyayang yang memiliki kedekatan emosional dengan siswa, tampak haru. Mereka adalah garda terdepan yang setiap hari menghadapi tantangan untuk membuat pembelajaran tetap relevan dan menarik bagi generasi Z yang serba cepat. Kegiatan ini diharapkan menjadi suntikan motivasi bagi seluruh tenaga pendidik di Mubosta agar terus mengembangkan diri, tidak hanya dalam kompetensi profesional (pedagogik dan penguasaan materi), tetapi juga dalam kompetensi sosial dan kepribadian yang menjadi kunci keberhasilan guru di abad ke-21. Dengan adanya pengakuan semacam ini, sekolah memberikan pesan yang jelas: kami melihat dan menghargai upaya Anda dalam mendidik secara utuh, bukan hanya mengajar buku. Di akhir acara, seluruh dewan guru berikrar untuk menjadikan momentum Hari Guru sebagai titik tolak perbaikan, khususnya dalam menghadapi Kurikulum Merdeka dan era pendidikan berbasis teknologi. Keberhasilan Mubosta sebagai sekolah yang menghasilkan banyak berprestasi memang berakar pada dedikasi guru, dan melalui apresiasi kecil namun tulus ini, semangat kekeluargaan dan profesionalisme diharapkan akan terus membara. "Kami ingin guru-guru kami tidak hanya cerdas mengajar, tetapi juga bahagia dan merasa dihargai di rumah kedua mereka. Karena guru yang bahagia akan menciptakan siswa yang gembira dalam belajar," ucap kepala sekolah Widiyanti SPd Spsi MM

✨ Informasi PPDB

Tertarik Mendaftar di Sekolah Kami?

Dapatkan informasi lengkap tentang Penerimaan Peserta Didik Baru

Link berhasil disalin!